Sabtu, 25 Mei 2013

laporan makalah tugas ABK anak berkebutuhan khusus

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
            Ada beberapa alasan yang melatar belakangi untuk melakukan observasi tersebut diantaranya adalah kami ingin mengetahui langsung bagaimana keadaan sebenarnya anak – anak yang mengalami kebutuhan kusus, setelah kami kuliyah mata kuliah anak berkebutuhan kusus kami ingin mengetahui keadaan riel anak berkebutuhan kusus keadaan riel tersebut meliputi  ciri – ciri yang muncul, cara belajar, pelayanan yang diberikan di sekolah, gaya belajar dll.
            Disana kami meneliti anak yang mengalami tuna rungu kelas III SD. Adapun karakteristik anak tuna rungu yang kami dapat dari materi adalah sebagai berikut.
            Tunarungu (Hendaya pendengaran) adalah seseorang yang mengalami kekurangan atau kehilangan kemampuan mendengar sebagian atau seluruhnya, diakibatkan tidak berfungsinya sebagian  atau seluruh indera pendengaran.[1] Tunarungu diklasifikasikan menjadi tiga kelompok yaitu:
1.      Tunarungu ringan Yaitu kondisi di mana orang masih dapat mendengar bunyi dengan intensitas 20-40 dB. Mereka sering tidak menyadari bahwa sedang diajak bicara, mengalami sedikit kesulitan dalam percakapan. Individu tersebut membutuhkan terapi bicara.
2.      Tunarungu sedang yaitu Yaitu kondisi dimana orang masih dapat mendengar bunyi dengan intensitas 40-65 dB.Mereka mengalami kesulitan dalam percakapan tanpa memperhatikan wajah pembicara.Sulit mendengar dari kejauhan atau dalam suasana gaduh, tetapi dapat terbantu dengan   alat bantu dengar (hearing aid).
3.      Tunarungu berat adalah kondisi dimana orang hanya dapat mendengar bunyi dengan intensitas 95 dB atau lebih keras.Mendengar percakapan normal tidak mungkin baginya, sehingga dia  sangat tergantung pada komunikasi visual. Sejauh tertentu, ada yang dapat terbantu dengan alat bantu dengar tertentu dengan kekuatan yang sangat tinggi (super power).[2]
      Adapun layanan untuk anak tunarungu adalah:
Ditinjau dari JENISnya,
      Layanan pendidikan terhadap anak tunarungu, meliputi Layanan umum dan Layanan khusus. Layanan umum merupakam layanan yang biasa diberikan kepada anak mendengar/normal, sedangkan layanan khusus merupakan layanan yang diberikan untuk mengurangi dampak kelainannya, yang meliputi layanan bina bicara serta bina persepsi bunyi dan irama.
Metode Pengajaran Bahasa bagi Anak Tunarungu
Belajar Bahasa Melalui Membaca Ujaran(Speechreading),Belajar Bahasa Melalui Pendengaran (Auditory Training), Belajar Bahasa secara Manual (Sing Language and Fingerspelling)
Layanan Pendidikan Spesifik     
a.         Metode Oral, melatih anak dapat berkomunikasi secara verbal dengan lingkungan orang yang mendengar.
b.         Membaca Ujaran, kegiatan yang mencakup pengamatan visual dari bentuk dan gerak bibir lawan bicara dalam proses bicara.
c.         Metode Manual, melatih berkomunikasi dengan isyarat atau ejaan jari.
d.        Ejaan Jari, penunjang bahasa isyarat dengan menggunakan ejaan jari.
e.         Komunikasi Total, upaya perbaikan dalam mengajarkan komunikasi bagi anak tunarungu.[3]


B.     Tujuan Observasi
1.      Untuk mengetahui secara langsung krakteristik anak tunarungu
2.      Untuk mengetahui cara penanganan anak tunarungu
3.      Untuk mengetahui pelayanan dalam belajar anak tunarungu.

















BAB II
HASIL OBSERVASi
A.       Lokasi observasi
1.  Nama Sekolah                                     :  SLB-C  Putra Asih
Status                                                       :  Swasta milik YPLB Putera Asih
      Nomor Statistik Sekolah                    :  822056302002
      Nomor Induk Sekolah                       :  280 530
      Ijin Operasional SK Nomor               :  421.8/6706/103.03/2010
      Tanggal                                              :  26 Oktober 2010
2Alamat Sekolah                                  
      Provinsi                                              :  Jawa Timur
      Kota                                                   :  Kediri
      Kecamatan                                         :  Kota
      Kelurahan                                           :  Balowerti
      Jalan                                                   :  Medangkamolan No. 1
      Kode Pos                                           :  64121
      No. Telp.                                            :  (0354) 687670
3.  Nomor Rekening ( SMPLB )              :  0062166479
Nomor Rekening ( SDLB )                      :  0062083352
      Nama Bank                                        :  BANK JATIM
      Kantor                                                :  Cabang Kediri
      Alamat Bank                                      :  Jl. P. Kusuma Bangsa Kediri
      No. Telp.                                            :  -

4.  Nama Pemegang Rekening                 : 
      1)  SUWARDI, S.Pd                         :  Kepala Sekolah
      2)  MUSTANGINAH, S.Pd              :  Bendahara/Guru


B.       Identitas observan
Nama                                    : Ratna Mei Linda Putri
Kelas                         : III SD LB
Usia                           : 11 tahun
Jenis kelamin             : Perempuan
Kelainan                    : tuna rungu ringan

C.       Hasil Identifikasi
1.      Ciri – ciri yang ditemukan
a.       Tidak dapat berucap dengan jelas.
b.      Menulisnya sudah cukup jelas.
c.       Tidak dapat fokus dengan lama
d.      Sering menggangu teman.
e.       Banyak menggunakan bahasa isyarat
f.       Lemah dalam kemampuan bahasa dan bicaranya akan tetapi cepat dalam kemampuan berhitung.

2.      Pelayanan
a.       Percakapan prefektif,
Latihan ini dilakukan dengan berinteraksi secara pelan – pelan siswa.
b.      Menggunakan bahasa isyarat.
c.       Berbicara dengan mengeja perkata.
d.      Bicara dengan keras
e.       Senam lidah,
 Terapi ini bertujuan agar lidah anak menjadi lentur dan diharapkan akan lebih mudah mengucapkan kata. Hal ini dilakukan dengan cara mengusapkan madu disekitar mulut kemudian siswa diminta untuk menjilati madu yang sudah dioleskan pada sekitar mulut tadi.
f.       Kerjasama dengan puskesmas dalam hal kesehatan














BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
            Dari hasil observasi yang kami lakukan dengan siswa yang bernama Ratna Mei Linda Putri kelas III SD LB usia 11 tahun yang mengalami tunarungu ringan dengan ciri – ciri yang timbulkan seperti diatas yaitu:

a)         Tidak dapat berucap dengan jelas,
b)        Menulisnya sudah cukup jelas.
c)         Tidak dapat fokus dengan lama
d)        Sering menggangu teman.
e)         Banyak menggunakan bahasa isyarat
f)         Lemah dalam kemampuan bahasa dan bicaranya akan tetapi cepat dalam kemampuan berhitung.

                        Dari hal tersebut dapat diberikan solusi yang diantaranya:Percakapan prefektif, komunikasinya Menggunakan bahasa isyarat.Berbicara dengan mengeja perkata.Bicara dengan keras,Senam lidah,Kerjasama dengan puskesmas dalam hal kesehatan
                        Jadi menurut kami, penempatan dikelas tunarungu ringan sudah tepat melihat ciri- ciri yang ditemukan pada anak tersebut.













Daftar Pustaka
Muhamad Efendi, Muhamad. Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan. Jakarta: PT. Bumi Aksara. 2006.
Kudo.KlasifikasiDanKarakteristikAnakTunaRungu.ilmukesehatandankeperawatan.blogspot.com.
Kurnaeni.MetodePengajaranBahasaBagiAnak Tuna  Rungu. Psibkusd.wordpress.com

















[1]  Muhamad Efendi, Pengantar Psikopedagogik Anak Berkelainan ( Jakarta: Pt Bumi Aksara, 2006),  56
[2]Kudo. Klasifikasi Dan Karakteristik Anak Tuna Rungu. ilmukesehatandankeperawatan.blogspot.com.

[3]Kurnaeni. Metode Pengajaran Bahasa Bagi Anak Tuna Rungu. Psibkusd.wordpress.com

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;