Minggu, 18 Desember 2011

ilmu


TEGUH WINARNO
9321 009 10
FILSAFAT ILMU

JAWABAN TUGAS UTS
1.      Perbedaan mendasar antara rasionalisme dengan empirisme adalah sebagai berikut:
ASPEK
PERBEDAAN MENDASAR
EMPIRISME
RASIONALISME
Cara Pandang
Memandang segala sesuatu dari segi ide.
Segala sesuatu dipandang dari segi rasio atau ide-ide yang masuk akal.
Hakikat Kebenaran
Sesuatu dianggap benar jika sesuai dengan hakikat roh-roh (sukma) atau jiwa, ide-ide dan pikiran atau yang
sejenis dengan i tu.
Sesuatu dianggap benar jika terdapat persesuaian rasio atau masuk akal.
Obyek
Roh-roh (sukma) atau jiwa, ide-ide dan pikiran
Rasio atau ide yang masuk akal
Prinsip
1)   Realitas ini terdiri atas roh-roh (sukma) atau jiwa, ide-ide dan pikiran atau yang sejenis dengan i tu.
2)   Realitas yang fundamental adalah ide atau idea. Realitas yg tampak oleh indera manusia adalah bayangan dari ide.
3)   Manusia merupakan bagian dari proses alam, yg juga bersifat spiritual karena memiliki akal, jiwa, budi dan nurani.
1)   Kebenaran hakiki hanya dapat diperoleh melalui pendekatan yangberdasarkan ratio, ide-ide yang masuk akal.Selain itu, tidak ada sumber kebenaran yang hakiki.

Adapun kelebihan dan kekurangan dari masing-masing adalah:
ASPEK
PANDANGAN
RASIONALISME
EMPIRISME
Kelebihan
·   menalar dan menjelaskan pemahaman – pemahaman yang rumit, kemudian Rasionalisme memberikan kontribusi pada mereka yang tertarik untuk menggeluti masalah – masalah filosofi.
·   Rasionalisme berpikir menjelaskan dan menekankan kala budi sebagai karunia lebih yang dimiliki oleh semua manusia
Segala sesuatu dipandang dari segi realitas di lapangan, sehingga lebih mudah mendapatkan suatu kebenaran obyektif.
Kekurangan
Tidak memahami objek di luar cakupan rasionalitas
Pengalaman yang merupakan dasar utama empirisme seringkali tidak berhubungan langsung dengan kenyataan obyektif. Pengalaman ternyata bukan semata-mata sebagai tangkapan pancaindera saja

Menurut saya dari paparan diatas saya lebih condong ke rasionalise karena menurut saya rasionalisme merupakan pemikiran yang sangat cocok diterapkan bagi kehidupan ini. Hal ini dikarenakan rasionalisme memandang segala sesuatu berdasarkan rasio atau akal. Ini sama dengan keadaan kita yaitu setiap manusia yang hidup pasti senantiasa berpikir dengan akal pikirannya. Dan obyek dari rasio itu sendiri adalah obyek yang langsung dapat kita lihat dengan indra kita.

2.      Pandangan positivisme al Bustomi tentang islam bawasannya Positivisme adalah aliran filsafat yang secara radikal berawal dari ketidak kepercayaan terhadap pandangan-pandangan dan pembicaraan-pembicaraan agama yang dilakukan oleh aliran filsafat sebelumnya. karena itu, para penganutnya menyatakan bahwa positivisme adalah suatu filsafat non metafisik. Dalam pandangan positivisme, pertanyaan-pertanyaan metafisis sama sekali tidak mengandung makna, tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tidak ada gunanya. Pada dasarnya, satu-satunya tolak ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui kenyataan adalah apa yang disebut sebagai keadaan yang dapat dibuktikan kebenarannya. Misalnya, seperti pernyataan yang mengatakan bahwa “ada substansi terdalam dari segenap hal yang nampak”, jelas ini adalah pernyataan yang tidak ada gunanya karena tidak bermakna, karena tidak satupun pengamatan dari inderawi yang bisa dilakukan untuk mengambil keputusan terhadap kebenaran pernyataan tersebut, dan karenanya ia tidak bisa dipertanggungjawabkan. Implikasi Pandangan Pada Filsafat Barat. Betapapun di atas telah ditunjukkan bahwa terdapat beberapa pandangan filsafati yang secara berbeda berbicara mengenai hakikat kenyataan, namun dalam filsafat barat secara bersama ia menunjukkan cara pandang mengenai obyek materi ilmu dengan karakteristik :
a.       Memandang obyek materi ilmu tidak dalam kerangka pandangan adanya pencipta yang memandang segala sesuatu selain pencipta adalah ciptaan.
b.      Memandang sesuatu sebagai suatu obyek materi ilmu dan sejauh manaia berada dalam jangkauan indra manusia untuk bisa memahaminya, pemahamannya merupakan fungsi dari indra itu sendiri.
c.       Memandang keberadaan obyek materi ilmu hanya di dalam  ruang dan waktu di dunia saja.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;