Selasa, 06 Maret 2012

liga indonesia

PSSI Boikot tvone & antv
Tuesday, 06 March 2012 15:48
Beritabola.com Jakarta - PSSI memboikot dua media televisi nasional, tvone dan antv. Kedua media itu dinilai acap memelintir pemberitaan sehingga menyudutkan PSSI.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Sekjen PSSI Saleh Mukadar, di kantor PSSI, di Senayan, Jakarta, Selasa (6/3/2012). "Saya katakan, PSSI tidak percaya dengan tvone maupun antv. Karena perkataan kami selalu diplintir oleh mereka," tegas Saleh.

Saleh lantas mencontohkan pemberitaan kedua media itu yang ia sebut tidak benar. Sehubungan dengan hal tersebut, ia pun mengaku kalau PSSI akan melaporkan tvone dan antv ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

"Mereka bilang, kami tidak menjemput timnas, padahal kami jelas-jelas ada. Ini kabar bohong. Kita akan lapor ke KPI. Kita sedang mengumpulkan bahan-bahan untuk kita laporkan ke sana."

"Mereka corong dari pengurus lama, bukan kebenaran dan fakta tapi subjektif. Tapi kita tetap berpegang teguh dengan undang-undang pers yang ada," bebernya.

Saleh juga mengungkap, PSSI sebenarnya diundang ke dalam acara Jakarta Lawyers Club (JLC), yang disiarkan secara langsung oleh tvone pada Selasa malam ini. Namun, ia menegaskan PSSI tidak bakal memenuhi undangan tersebut sebagai bentuk ketidakpercayaan dan boikot terhadap tvone, dan juga antv.

Terbukti, sampai berita ini diturunkan, PSSI memang tidak terlihat mengirimkan wakilnya untuk tampil di acara JLC edisi "Mau Dibawa ke Mana PSSI" yang masih disiarkan di tvone.

"Saat Nirwan Bakrie menjadi pengurus PSSI nyaris tidak ada salahnya PSSI, padahal pasti zaman itu ada salahnya, apalagi masyarakat tidak suka dengan Nurdin Halid. Tapi, ketika Nirwan tidak ada di PSSI, kami selalu salah."

"Tepatnya diboikot. Saya sudah beritahu melalui SMS bahwa kami tidak hadir dalam acara itu (JLC). Kami berpikir tidak perlu lagi melakukan seperti itu, berkali-kali berita dari kami dipelintir," cetus Saleh.
(dtc/krs) Sumber: detiksport
PSSI Tanggapi Kebijakan Pemerintah Setop Dana
Tuesday, 06 March 2012 12:27
Beritabola.com Jakarta - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin memberi tanggapan terkait kebijakan pemerintah menghentikan sementara kucuran dana kepada organisasi tersebut.

"Saya belum dapat konfirmasi langsung dari pemerintah dan Menpora," ujar Djohar saat dihubungi detikSport, Selasa (6/3/2012).

Hari ini pemerintah melalui Menpora Andi Mallarangeng menyatakan bahwa dana untuk keperluan timnas disetop sementara, sampai PSSI bisa menyelesaikan kekisruhan sepakbola nasional, yang menjadi tanggung jawab mereka.

Penangguhan dana untuk timnas tersebut sudah dinyatakan berlaku, termasuk untuk proposal sebesar Rp 40 miliar, yang telah diajukan PSSI untuk membiayai berbagai kegiatan timnas di semua tingkatan usia.

Djohar berharap pemerintah tidak melakukan kebijakan tersebut karena menurutnya justru akan merugikan bangsa Indonesia.

"Kalau disetop, ini bukan kerugian PSSI saja, tapi semua. Saya harap masalah ini segera selesai, sebelum ada sanksi (dari FIFA)," kata Djohar.

Menpora secara eksplisit menyayangkan timnas yang cuma dihuni pemain klub-klub IPL, dan pada pertandingan Pra Piala Dunia 2014 minggu lalu, skuad "Garuda" dicukur tuan rumah Bahrain 10-0.

"Bukan saya yang melarang. FIFA dalam suratnya melarang pemain ISL membela timnas. Kita semua sadar dan tahu, maka marilah kita bersatu," sergah Djohar.

"Saya ingin ada jalan keluar. Kalaupun harus ada dua kompetisi, silakan. Yang penting ada yang mengatur, sehingga seluruh pemain dapat membela timnas," tuntas dia.
(dtc/a2s) Sumber: detiksport
 
 
Kembali Bantah Tuduhan, Djohar Tak Hiraukan Somasi APSNI
Tuesday, 06 March 2012 12:23
FOTO:ANTARA/Puspa PerwitasariBeritabola.com Jakarta - Ketua Umum PSSI Djohar Arifin mengatakan tidak menghiraukan somasi dari Asosiasi Pemain Sepakbola Nasional (APSNI) karena dirinya tak pernah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

"Saya 'kan sudah bantah, saya mau minta maaf bagaimana. Saya sudah katakan. Saya tidak pernah berbicara seperti itu," ujar Djohar saat dikonfirmasi detikSport, Selasa (6/3/2012).

Diberitakan sebelumnya, pengacara Dhaniswara K. Harjono hari ini datang ke kantor PSSI, mengatasnamakan kuasa hukum APSNI guna melayangkan somasi kepada Djohar, terkait pernyaaan di sebuah portal berita. Djohar dituntut minta maaf selambat-lambatnya tujuh hari ke depan.

"Saya tahu bagimana perasaan pemain, keluarganya. Jadi saya tidak mungkin berbicara seperti itu. Itu hanya ada kelompok atau orang yang tidak suka dengan saya. Melaga-laga saya dalam kondisi seperti ini," tambah Djohar.

Ia menegaskan dirinya tidak akan meladeni somasi tersebut. Karena menurutnya, itu hanya sebuah fitnah yang diberikan kepadanya.

"Saya juga tidak tahu, yang wawancara dengan saya siapa itu. Saya tidak pernah bicara seperti itu. Saya katakan lagi, saya bantah itu semua. Jadi saya tidak mungkin minta maaf," pungkas.
ISL - Zaenal Arief Tiga Gol, PSPS Hantam Gresik United
Tuesday, 06 March 2012 12:15
Beritabola.com Kuansing - PSPS Pekanbaru tampil brilian saat menjamu Gresik United dalam lanjutan Indonesian Super League (ISL). Asykar Bertuah menang telak 3-0 dan ketiga gol diborong oleh Zaenal Arief.

Dalam laga di Stadion Kuansing Sport Center, Selasa (6/3/2012) sore WIB, tim tuan rumah berpeluang unggul pada menit kelima. Usai melepaskan diri dari kawalan bek-bek lawan, Arief tak bisa menceploskan bola ke dalam gawang karena sepakannya masih bisa dihalau Hery Prasetyo.

Arief akhirnya benar-benar mencetak gol lima menit kemudian. Memanfaatkan tendangan penjuru April Hadi, tandukan mantan pemain Persita Tangerang dan Persib Bandung itu menggetarkan gawang Gresik.

Memasuki menit ke-24, Herman Dzumafo Epandi membuang peluang emas untuk menggandakan keunggulan PSPS. Sontekannya dari jarak dekat masih bisa digagalkan oleh Hery.

Gresik mencoba membalas lewat usaha Gustavo Chena. Namun, tendangan Chena dari luar kotak penalti masih bisa dimentahkan oleh kiper Fance Hariyanto.

Di menit ke-41, PSPS mendapat hadiah penalti setelah Muhammad Kusen dianggap melakukan handball. Tapi, penalti ini tak berujung gol karena eksekusi Dzumafo bisa dibaca oleh Hery.

Hingga berakhirnya babak pertama, skor masih 1-0 untuk PSPS.

Arief mencetak gol keduanya pada menit ke-66. Berawal dari umpan silang Dzumafo yang tak bisa ditangkap dengan sempurna oleh Hery, bola liar kemudian disambar Arief dan bergetarlah gawang Gresik.

Empat menit kemudian, Arief berpeluang mencetak gol ketiganya. Namun, sundulannya ke arah gawang kosong masih melambung.

PSPS kembali mengancam pada menit ke-83 lewat tendangan voli April. Tapi, bola mengarah tepat ke pelukan Hery.

Arief akhirnya menggenapi hat-trick-nya semenit kemudian. Sambil menjatuhkan diri, dia menyambut umpan matang Dzumafo dengan kepalanya. Bola masuk gawang meski coba dihalau oleh Hery.

Tambahan tiga poin mengangkat posisi PSPS ke peringkat kedelapan klasemen sementara ISL dengan 19 poin dari 14 laga. Gresik turun ke peringkat ke-12 dengan 17 poin.
 
     
 

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;