Minggu, 11 November 2012

Mahalnya Mencari Ilmu di Sekolah Favorit



Nama              : Teguh Winarno
Mata kuliah     : Tafsir Tarbawiy
NIM                : 9321 009 10
Mahalnya Mencari Ilmu di Sekolah Favorit
Salah satu kewajiban orang islam di dunia ini adalah dalam rangka untuk mencari ilmu sebagai bekal hidupnya nanti.  Ketika seseorang belajar sesuatu, pastinya orang tersebut sudah merencanakan apa yang akan dihadapi di hari kemudian, atau paling tidak ketika nantinya menemui permasalahan yang berkaitan dengan hal tersebut, maka dia akan dapat menyelesaikannya dengan mudah.
Pendidikan yang ada sekarang ini bermacam- macam jenisnya, sampai orang kadang bingung mau menempatkan dirinya ke lembaga mana. Pendidikan yang baik bagi seseorang adalah pendidikan yang sesuai dengan kemampuan dan karakter dari masing-masing orang.
Mengenai pendidikan yang ada di indonesia, sekarang banyak sekali pendidikan yang dibuka di setiap kota, bahkan di pelosok desapun sudah ada lembaga pendidikan yang digunakan untuk mewadahi para peserta didik. Namun, tidak jarang pula lembaga pendidikan yang sudah berkualitas baik ke atas menerima peserta didik dengan banyak pertimbangan. Seperti contoh, setiap memasuki ajaran baru, para lembaga sekolah menyiapkan beberapa test dan syarat kepada para pendaftar agar memenuhi kriteria sebagai calon peserta didiknya nanti. Test tersebut bisa berupa kecerdasan dan dana. Dengan demikian, orang yang mempunyai kecerdasan yang tinggi namun tidak memiliki dana, maka dia akan sulit mendapatkan pendidikan yang diinginkannya. Lebih-lebih orang yang tidak begitu cerdas dan tidak memiliki dana, dia hanya bisa mengembangkan kecerdasannya di lembaga sekolah yang biasa-biasa saja.
Mahalnya biaya pendidikan sekarang ini dan banyak masyarakat yang berada dibawah garis kemiskinan sehingga tidak begitu peduli atau memperhatikan pentingnya pendidikan bagi anaknya, sehingga membuat anak putus sekolah, anak tersebut hanya mendapat pendidikan sampai pada jenjang sekolah menengah pertama atau sekolah menengah keatas.[1] Jika kita melihat hal demikian akan sangat bertentangan dengan program dari negara yang dicantumkan dalam pasal 31 ayat 1 UUD 1945, disebutkan “setiap warga negara berhak mengeyam pendidikan layak”[2]. Itu artinya, pendidikan tidak melihat perbedaan. Maksud sederhana, siapa pun dia dan dari mana pun asalnya, berhak mendapatkan pendidikan layak di Republik ini. Kenyataannya, orang yang memiliki harta yang banyak lah yang dapat belajar di sekolah yang favorit.
(#rßÎg»y_ur Îû «!$# ¨,ym ¾ÍnÏŠ$ygÅ_ 4 uqèd öNä38u;tFô_$# $tBur Ÿ@yèy_ ö/ä3øn=tæ Îû ÈûïÏd9$# ô`ÏB 8ltym 4 s'©#ÏiB öNä3Î/r& zOŠÏdºtö/Î) 4 uqèd ãNä39£Jy tûüÏJÎ=ó¡ßJø9$# `ÏB ã@ö6s% Îûur #x»yd tbqä3uÏ9 ãAqߧ9$# #´Îgx© ö/ä3øn=tæ (#qçRqä3s?ur uä!#ypkà­ n?tã Ĩ$¨Z9$# 4 (#qßJŠÏ%r'sù no4qn=¢Á9$# (#qè?#uäur no4qx.¨9$# (#qßJÅÁtGôã$#ur «!$$Î/ uqèd óOä39s9öqtB ( zN÷èÏYsù 4n<öqyJø9$# zO÷èÏRur 玍ÅÁ¨Z9$# ÇÐÑÈ  
Artinya:Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan Jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang Muslim dari dahulu dan (begitu pula) dalam (Al Quran) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, Maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, Maka Dialah Sebaik-baik pelindung dan sebaik- baik penolong. (QS. Al-Hajj: 78)
Maksud dari “dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan” adalah allah tidak menetapkan satu hukum agama yang menyulitkan atau memberatkan kamu. Dia justru memberikan kemudahan setiap terjadi kasus yang memberatkan kamu. [3] Hal ini dijelaskan pula di dalam QS. al-Baqarah :185
 ßƒÌãƒ ª!$# ãNà6Î/ tó¡ãŠø9$# Ÿwur ߃̍ムãNà6Î/ uŽô£ãèø9$#
Artinya: Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu[4].
Maka, solusi untuk masalah-masalah yang ada, khususnya yang menyangkut perihal pembiayaan berarti menuntut juga perubahan sistem ekonomi yang ada. Akan sangat kurang efektif jika kita menerapkan sistem pendidikan Islam dalam atmosfer sistem ekonomi kapitalis yang kejam. Maka sistem kapitalisme saat ini wajib dihentikan dan diganti dengan sistem ekonomi Islam yang menggariskan bahwa pemerintah-lah yang akan menanggung segala pembiayaan pendidikan negara.[5] Kemduian memberikan fasilitas yang lengkap di setiap lembaga pendidikan, bukan hanya pendidikan yang mewah saja yang memiliki fasilitas lengkap.



[2] Undang-Undang Dasar 1945
[3] M.Quraish Shihab, Tafsir al-Mishbah, (Perpustakaan Nasional: Katalog Dalam Terbitan (KTD)),cetakan kedua,2004.hal134.
[4] Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemahan,hal. 29
[5] Nawawi Hadari, Administrasi Pendidikan, (Jakarta : Mas Agung:1989),hal 15.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;