Sabtu, 25 Mei 2013
MAKIYAH DAN MADANAH
Makalah ini disusun untuk memenuhi salah satu tugas
 Pada mata kuliahULUMUL HADITS
Dosen Pengampu:
Dra.Nurul Hanani, M.HI.

Logo Stain Kediri Warna


Disusun oleh :
RAFIUDIN TOHIR (932103610)





JURUSAN TARBIYAH PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI
(STAIN) KEDIRI
2010



BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Kitab Suci Al-Qur’an ada yang Makki dan ada yang Madani. Al-Qur’an Makki / surah atau ayat Makiyyah ialah yang turun di Mekkah dan sekitarnya. Al-Qur’an Madani / surah atau yat Madaniyyah ialah yang turun di Madinah dan sekitarnya.
Untuk lebih jelasnya dalam bab ini akan di terangkan Ihwal Makki dan Madani yang sekarang sudah menjadi disiplin Ulumul Qur’an yang berdiri sendiri, sebagai salah satu cabang dari Ulumul Qur’an secara Mudawwan.
Dalam bab Ilmu Makki dan Madani ini, kami akan menjelaskan pengertian Makki dan Madani, perbedaan makki  Makki dan Madani, tanda-tanda keduanya dan macam-macam surah-surah Makiyyah dan Madaniyah serta faedah mengetahui Makki dan Madani.


B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian Makkiyah dan Madaniyyah?
2. Bagaimana tanda-tanda surat Makki Dan Madani?
3. Macam –macam surat Makkiyyah dan Madaniyyah.
4.Apakah faedah mengetahui Makki dan Madani?


               
                  




BAB II
PEMBAHASAN

  1. Pengertian Makiyyah dan Madaniyah
                   Dalam mendevinisikan makiyah dan madaniyah ada beberapa teori yang berbeda –beda sedikitnya ada 4 teori dalam menentukan kreteria untuk memisahka nama bagi ayat makiyah dan madaniyah’
1.      Teori geografi ( mulahadhotu makan annuzul )
                   Makiyah ialah ayat – ayat yang turun di mekah dan sekitarnya, baik sebelum atau sesudah hijrah . sedangkan madaniyah ialah ayat –ayat yang turun di madinah dan sekitarnya.[1]
2.      Teori subjektif  ( mulahadhotu mukhothobin  )
                   Makiyah adalah ayat –ayat yang berisi khitab atau panggilan kepada penduduk makkah dengan menggunakan kata-kata “yaa ayyuhan nassu “ dan lain –lain. Sedangkan madaiyah adalah ayat-ayat yang berisi panggilan kepada orang –orang madina dengan menggunakan kata-kata “yaa ayyuhalladzi naamanu”.[2]
3.      Teori historis ( mulahadhotu zaman annuzul )
                   Makiyah adalah ayat-ayat alquran yang diturunkan sebelum hijrah nabi Muhammad SAW ke madinah, meskipun turunnya ayat diluar kota makkah. Sedangkan madaniyah adalah ayat –ayat alquran yang turun setelah hijrahnya nabi Muhammad SAW kemadinah neskipun turunya di makkah dan sekirarnya.
4.      Teori conten analysis ( mulahadhotu maa tadhomananna )
                   Makioyah adalah ayat-ayat yang berisi cerita –cerita umat dan para nabi atau rosul dahulu. Sedangkan madaiyah adalah ayat-ayat yang berisi hukum hudud,faraid,dan sebagainya.

  1. Tanda-tanda surat makiyyah dan madaniyyah
1.      Tanda-tanda surat Makiyyah
Ø  Di mulai dengan nida’ (panggilan) : ‘’Ya Ayyuhan Naasu’’ dsb. Di dalamnya terdapat lafal : ‘’Kalla’’
Ø  Di permulaanya terdapat huruf-huruf tahajji (huruf yang terpotong-potong), seperti huruf : الم, حم, يس, ن,   dsb
Ø  Di dalamnya berisi cerita-cerita terhadap kemusyrikan dan adat kebiasaan orang-orang kafir dan orang musyrik yang suka mencuri, merampok, membunuh, mengubur hidup-hidup anak perempuan, dsb.
Ø  Berisi ajaran prinsip-prinsip akhlak yang mulia dan pranata sosial yang tinggi, yang dijelaskan dengan sangat mengagumkan sehingga menyebabkan orang benci kepada kekafiran, kemusyrikan, kefasikan, kedurhakaan, dan kesengsaraan saja.
Ø  Berisi ayat-ayat nida’ (panggilan) yang ditujukan kepada penduduk Mekkah / orang-orang kafir, musyrik, dsb, dengan ungkapan : ‘’Yaa Ayyuhan Naasy’’ atau ‘’Yaa Ayyuhal kaafiruuna’’ atau ‘’Yaa Banii Aadama’’.
2.      Tanda-tanda surah Madaniyah
Ø  bila didalamnya berisi hukum-hukum pidana, seperti tindak pidana pencurian, perampokan, pembunuhan, penyerangan, perzinaan, kemurtadan, tuduhan zina,dan faraid (waris-mewaris), hukum ibadah, seperti hukum sholat, zakat, puasa, muamulah, haji,  .
Ø  Berisi izin jihad fi sabilillah dan huku kemasyarakatan, kenegaraan m .
Ø  Berisi keterangan mengenai orang-orang munafik dan sifat-sifat serta perbuatan-perbuatanya, kecuali surah Al-Ankabut.
Ø  Berisi dakwah (seruan) kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani serta penjelasan akidah-akidah mereka yang menyimpang.
Ø  Berisi ayat-ayat nida’ (panggilan) yang ditujukan kepada penduduk Madinah yang islam, dan khithab (seruan) : ‘’Yaa Ayyuhal Jadziina Aamanu’’

  1. Macam-macam Surah Makiyah dan Madaniyyah
       Macam-macam surah-surah Al-Qur’an terdiri dari empat macam,yaitu:
1.      Surah-Surah Makiyah Murni
Yaitu surah-surah yang berstatus Makiyah saja, tidak ada satupun yang Madaniyah.
2.      Surah-Surah Madaniyah Murni
Yaitu surah-surah yang berstatus Madaniyah saja, tidak ada satupun yang Makiyah.
3.      Surah-Surah Makiyah yang Berisi Ayat Madaniyah
Yaitu surah-surah yang sebetulnya kebanyakan ayat-ayatnya adalah Makiyyah, sehimgga berstatus Makiyah tetepi didalamnya ada sedikit ayatnya yang berstatus Madaniyah.
4.      Surah-Surah Madaniyah yang Berisi Ayat Makiyah
Yaitu surah-surah yang kebanyakan ayat-ayatnya bertatus Madaniyah.[3]
  1. Faedah Mangetahui Makki dan Madani
Faedah Ilmu Makki dan Madani adalah banyak sekali,yaitu:
1)      Kita dapat membedakan dan mengetahui ayat yang mansukh dan Nasikh.
2)      Kita dapat mengetahui sejarah hukum islam dan perkembangannya.
3)      Dapat meningkatkan keyakinan kita terhadap kebesaran, kesucian, dan keaslian Al-Qur’an karena melihat besarnya perhatian umat Islam sejak turunnya, terhadap hal-hal yang berhubungan dengan Al-Qur’an, sampai hal sedetai-detailnya.[4]
4)      Mudah diketahui mana-mana ayat yang turun lebih dahulu dan mana ayat yang turun belakangan dari kitab sucu Al-Qur’an.
5)      Mengetahui perbedaan dan tahap-tahap dakwah Islamiah.
6)      Mengerti perbedaan ushlub-ushlub (bentuk bahasa) Al-Qur’an, yang dalam surah-surah Makiyah berbeda dengan yang dalam surah-surah Makiyah.
7)      Dengan mengetahui Ilmu Makki dan Madani situasi dan kondisi masyarakat kota Makkah dan Madinah dapat diketahui, khususnya pada waktu turunnya ayat-ayat Al-Qur’an.[5] 

















BAB III
KESIMPULAN
Dari pembahasan diatas dapat di simpulkan bahwa :
  1. Dalam mengartikan makiyah dan madaniyah ada 4 teori
a.       Teori geografis
b.      Teori sujektif
c.       Teori historis
d.      Teori content analysis
  1. Tanda- tanda makiyah dn madaniah seperti yang telah di sebutkan dlam pembahasan
  2. Macam –macam surat makiyah dan madaniyah  ada 4 yaitu :
a.surat-surat makiyah murni
b. surat-surat nadaniyah murnii
c.surat makiyah berisi ayat madaniyah
d.surat madaniyah berisi ayat makiyah.
4. faedah  mengetahui makiyah dan madaniyah seperti yang disebutkan di pembahasan.












DAFTAR PUSTAKA

Djalal, Abdul. Ulumul Qur’an. Dunia Ilmu; Surabaya. 2000
Anwar, Rosihon.Ulum Al-Qur’an. Pustaka Setia; Bandung. 2008
Zuhdi, Masjfuk. Pengantar Ulumul Qur’an. Karya Abditama; Surabaya. 1997
Al-Qathan, Manna’ Khalil. Studi Ilmu-Ilmu Al-Qur’an. Litera Antar Nusa; Bogor,2009






[1]  Abdul Jalal,Ulumul Qur’an(Surabaya:Dunia Ilmu,2000),hal 78
[2] Ibid 79
[3] Abdul Jalal,Ulumul Qur’an(Surabaya:Dunia Ilmu,2000),hal 98-100
[4] Masjfuk Zuhdi,Pengantar Ulumul Qur’an(Karya Abditama,1997),hal 68
[5] Abdul Jalal,Ulumul Qur’an(Surabaya:Dunia Ilmu,2000),hal 101-104

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;