Selasa, 15 November 2011

iklas beramal

              Allah menciptakan manusia di dinia ini semata-mata hanyalah untuk beribadah kepada-Nya. Oleh sebab itu, manusia selalu dituntut untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang baik dan perbuatan yang dapat mendekatkan diri kepada-Nya. Salah satu cara agar perbuatan itu diterima di sisi Allah adalah perbuatan yang didasari dengan hati yang ikhlas. Bawasannya Rasulullah SAW telah bersabda di dalam haditsnya:
عن ابى هريرة رضى الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: ان الله لا ينظر الى اجسامكم ولا الى صوركم ولكن ينظر الى قلوبكم. رواه مسلم
Artinya: Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW pernah bersabda,: “sesungguhnya Allah tidak melihat (menilai) bentuk tubuhmu dan tidak pula  menulai keindahan wajahmu, tetapi Allah melihat (menilai) dari keikhlasan hatimu”. (HR. Muslim)
Hadits di atas diambil dari kitab Riyadhus Sholikhin pada bab awwal hadits nomer 8. Selain itu dapat pula diketahui dari buku yang berjudul 400 Hadits Pilihan karangan Drs. Muslich Shabir. Apabila kesulitan mencari di buku tersebut, maka dapat pula dicari dengan menggunakan tahrijul hadits dari komputer.
              Hadits ini menerangkan bahwa Allah tidak melihat amal siapapun dan dari bentuk apapun, melainkan hanya dari keikhlasan hati orang tersebut. Jadi dapat kita simpulkan bahwa baik dan buruk amal kita dapat kita lihat sendiri dari hati kita sendiri-sendiri, karena hanya kita dan Allah lah yang tahu tentang hati dan pikiran kita.
              Hal inipun juga diterangkan di dalam Al-Quran  Surat Al-hujurat ayat 13:
يا يهاالناس انا خلقنكم من ذكروانثى وجعلنكم شعوبا وقبا ئل لتعارفوا . ان اكرمكم عند الله اتقكم. ان الله عليم خبير.  (الحجرت 13)
Artinya: Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah maha mengetahui lagi maha mengenal. (Al- Hujurat :13)
Dari ayat ini diterangkan bahwa Allah menciptakan manusia baik laki-laki maupun perempuan untuk bersatu dan saling mengenal. Dan derajat manusia yang paling mulia disisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa kepada-Nya.

Referensi :
1.      Takhrij Hadits
2.      400 Hadits pilihan karangan Drs. Muslich Shabir
3.      Al-Quran dan terjemahan.












Perowi para periwayat hadits:
1.      Amru bin Muhammad
Tingkatan          : Tabi’it Tabi’in
Keturunan         : Baghdad
Julukan              : Abu Utsman
Wafat                : Baghdad 232 H
Guru                  : Ishaq bi Sulaiman, Ismail bin Ibrahim
Murid                : Salah satu dari beberapa guru Imam Muslim
Tingkatan          : Tsiqoh
Jahr wa Ta’dil   : Ahmad bin Hambal   : Jujur
                          :Yahya bin Mu’in         : Jujur
                          : Abu Khotim  Aroji     : Jujur, dapat dipercaya.
2.      Katsir bin Hisyam
Tingkatan          : Dibawah Tabi’in
Keturunan         : Iraq
Julukan              : Abu Sahal
Wafat                : Baghdad 207 H
Guru                  : Ja’far bin Barqon, Hisyam bin Abdullah
Murid                : Ishaq bin Masur, Muhammad bin Khatim
Tingkatan          : Tsiqoh
Jahr wa Ta’dil   : Ibnu Umar   : Tsiqoh
                          :Abu dawud   : Tsiqoh
                          : An Nisa’i     : La ba’sa bihi
3.      Ja’far bin Barkon
Tingkatan          : Petinggi Tabi’in
Keturunan         : Al Kallabi
Julukan              : Abu Abdullah
Wafat                : Jazirah 10 H
Guru                  : Yazid bin Asom bin Akhid
Murid                : Katsir bin Hisyam, Mu’amar bin Rosyid
Tingkatan          : Jujur
Jahr wa Ta’dil   : Ahmad bin Hambal   : La ba’sa bih
                          :Muhammad bin Said  : Tsiqoh
4.      Yazid bin Asom
Tingkatan          : Tengah-tengah Tabi’in
Keturunan         Bakak’i
Julukan              : Abu Auf
Wafat                : Kuffah 103 H
Guru                  : Abdurrahman, Abdullah bin Abbas, Maimunah binti Hariz
Murid                : Rosyid bin Kaybaz, Muhammad bin Muslim
Tingkatan          : Tsiqoh
Jahr wa Ta’dil   : Al-Ajali                : La ba’sa bih
                                  :Abu Zur’ah  Arozi : Tsiqoh

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;