Minggu, 24 Juni 2012

pondok

Saya seorang anak yang berasal dari blora jawa tengah,dulu saya dari kecil bersekolah di kota tercinta saya yaitu di blora, dari saya taman kanak-kanak(TK) sampai lulus SMP, dan setelah lulus dari SMP saya tidak ada niat untuk SMA, kemudian ada orang yang mau menyekolahkan saya, bapak NADHORI, saya disekolahkan hingga lulus Aliyah di blora.
kemudian setelah lulus saya pergi kuliah di STAIN kediri sambil mondok di AL amien kediri.
Haripun berjalan seiring berjalannya waktu, pada hari itu saya akan berangkat menuju ke pondok pesantren hanya dengan ibu saya untuk meninggal kan mereka dan kota saya yang dimana banyak kenangan yang tak terlupakan.
Saya, ibu saya dan kakak sepupu saya sudah tiba di tempat yang kami akan kunjungi,waktu saya sampai di pondok itu suasananya bagus sekali, udaranya sangat sejuk dan suasana pondoknya sangat islami, ibu saya hanya mengantar saya saja karena beliau besoknya sudah berangat lagi untuk pulang kebima, berat bagi saya melihat ibu saya akan meninggalkan saya sendiri di pondok pesantren, dan hari itu pun ibu saya pergi meninggalkan saya dengan meneteskan air matanya dan saya hanya diam melihat kejadian itu, setelah ibu saya pergi saya merasa sebagai anak sebatangkara di pondok tersebut, tidak ada yang saya kenal di sini kecuali kakak sepupu saya.
Seiring berjalannya waktu, murid-murid baru berdatangan di pondok tersebut itu dan tidak susah bagi saya untuk bersosialisai dengan mereka walaupun kami berasal dari kota yang berbeda-beda, dan saya pun mulia mendapatkan teman, dan besoknya kami akan di ospek oleh senior kami,banyak kejadian yang tak terlupakan saat ospek itu, mulai dari push up karena di hukum sampai camping di gunung ciremai.
Hari berganti hari, saya sudah terbiasa dengan suasan pondok tersebut dan apa yang teman-teman saya katakana tentang pondok tidak saya rasakan di sini, dan di sini juga banyak kejadian yang tidak pernah saya temukan diluar, seperti makan satu nampan enam orang sekaligus dan di situlah ada rasa kebersamaan yang indah, dan jika saya dan teman-teman saya lagi ga betah di pondok kami selalu kabur dari pondok bersama-sama biasanya kami lewat jemuran atau kami memanjat tembok, kami semua tidak merasakan takut sama sekali dengan yang namanya hantu karena tempat yang kami lewati itu adalah kuburan, pohon bamboo yang rindang dan suasananya juga gelap gulita, yang kami takutkan saat itu adalah jika ketemu ustadz atau satpam yang berjaga-jaga di sekitar pondok dan biasanya kami kabur pada malam jum’at karena hari jum’atnya pondok itu libur, sering kami lakukan hal seperti ini sebelum menjabat sebagai OSIS, jika sudah menjabat sebagai OSIS saya dan teman-teman biasanya sibuk di bidang masing-masing.
Masa menjabat sebagai OSIS itu adalah hal yang palin menyenangkan, mulai dari menghukum adik-adik kelas yang melakukan pelanggaran seperti tidak sholat di masjid,tidak melakukan bersih-bersih pada hari jum’at, tidak ikut lari pagi, dan berbicara bahasa Indonesia pada hari bahasa yang mewajibkan semua untuk berbicara bahasa inggris dan arab.
Dan di pondok inilah banyak kenangan yang tak terlupakan dan kejadian-kejadian lucu, yang tak mudah untuk saya lupakan.

1 komentar:

agnes halida waninghiyun mengatakan...

Saya juga mahasiswi STAIN KEDIRI dan Santi Al-Amien. :)
Salam kenal! :)

Poskan Komentar

Pages

 
;