Sabtu, 06 Oktober 2012

metodologi penelitian rintisan sekolah berbasis internasional


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kualitas sumber daya manusia bangsa Indonesia saat ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan Negara lain. Salah satu factor utama penyebab rendahnya kualitas sumber daya manusia tersebut adalah tentang pendidikan nasional.[1]
Di sisi lain, era globalisasi saat ini ditandai dengan adanya persaingan antar Negara, baik tingkat regional (ASEAN) maupun internasional.[2] Fakta-fakta tersebut mendorong perlunya peningkatan kualitas layangan pendidikan, seperti layanan pendidikan berstandar internasional yang berbasis teknologi informasi maupun pembelajaran dengan metode bilingual. Dengan adanya hal demikian maka dibentuklah Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)  sebagai suatu wujud keseriusan pemerintah yang ingin meningkatkan mutu pendidikan yang ada di indonesia ini. Terbentuknya SBI ini didasarkan atas Undang undang nomor 20 tahun 2003 tentang sistem penddikan nasional pasal 50 ayat 3 yang menyebutkan Pemerintah dan/atau Pemerintah Daerah menyelenggarakan sekurang-kurangnya satu satuan pendidikan  pada semua jenjang pendidikan untuk dikembangkan menjadi satuan pendidikan bertaraf internasional”.[3]
Kelebihan dan kekurangan SBI
Sistem SBI ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan SBI, salah satunya berkontribusi pada luasnya pengetahuan siswa terutama bidang sains karena kurikulum yang digunakan telah membahas bidang sains lebih mendalam daripada kurikulum yang telah diajarkan di sekolah dengan kelas reguler. Guru SBI semakin merasa tertantang untuk lebih kreatif dan guru semakin memahami makna dari konsep belajar, kemampuan berpikir lebih tinggi (higher order thinking skills), dan belajar kontekstual (contextual learning) bagi siswa dan semakin mengetahui keterbatasan dan manfaat dari belajar-rutinitas (rote learning) yang selama ini biasa dipakai di sekolah. Sementara kemajuan siswa ditunjukkan dengan semakin tampaknya sikap kemandirian, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama,kejujuran, toleransi, dan pengambilan resiko (risk taking) (Alam, 2008). Selain pada guru kelebihan SBI juga terdapat pada siswanya, yang memiliki kompetensi diatas rata rata, memiliki motivasi dan kepercayaan diri yang tinggi (Hadisantosa, 2010)
Kelemahan dari sistem RSBI/SBI adalah kemampuan penguasaan bahasa lisan maupun tulisan guru-guru yang masih kurang (Dharma, 2007). Hal ini didukung oleh pendapat Coleman dalam Are ‘International Standard Schools’ Really a Response to Globalisation?, yang menyatakan penggunaan bahasa inggris dalam proses pembelajaran sekolah bertaraf internasional di indonesia tidak semuanya menggunakan bahasa Inggris tetapi hanya menyisipkan beberapa kata saja (Hadisusanto,2010) . Fan-sheng(2006) menyatakan bahwa salah satu faktor kurangnya penguasaan bahasa Inggris giuru IPA dikarenakan rendahnya motivasi guru, mereka berpikir bahwa bahasa Inggris adalah urusan guru bahasa inggris. Kelemahan penguasaan bahasa inilah yang menghambat dalam proses belajar mengajar. Bagaimana mungkin penyampaian materi akan tercapai dengan jika kemampuan penguasaan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar masih kurang.
11111111111111111111111111111111111111111111111111111111111111
Proses penerimaan siswa baru dari sebuah sekolah RSBI/SBI tidak seperti penerimaan siswa baru pada sekolah reguler. Sekolah yang sudah memiliki status RSBI/SBI ini, mengadakan tes khusus untuk menjaring siswa barunya. Mariati (2007) menyatakan siswa yang masuk kelas RSBI adalah siswa pilihan. Tidak seperti sekolah reguler, yang menerima dengan hasil ujian nasional saja, tetapi sekolah ini mengadakan serangkaian tes, seperti tes wawancara dan tes tertulis menggunakan bahasa inggris. Pelaksanaan tes wawancara dan tertulis dengan menggunakan bahasa inggris, mengacu kepada pedoman penjaminan mutu sekolah/madrasah bertaraf internasional pada jenjang pendidikan dasar menengah.
Pedoman penjaminan mutu sekolah/madrasah bertaraf internasional tidak disebutkan siswa yang ingin memasuki sekolah RSBI/SBI harus berasal dari sekolah yag berstatus sama. Sehingga memungkinkan bagi siswa yang berasal dari SMP reguler atau SMP RSBI untuk masuk ke SMA RSBI/SBI. Dengan demikian dimungkinkan adanya perbedaan kemampuan pemahaman materi yang berbeda pada siswa yang berasal dari SMP RSBI/SBI dengan yang berasal dari SMP reguler, karena siswa yang berasal dari SMP non RSBI/SBI dalam kegiatan belajar mengajarnya tidak dituntut menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantarnya.
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, peneliti ingin mengetahui penguasaan konsep dari siswa SMA kelas X yang berasal dari smp RSBI/SBI dan reguler. Menurut Cummins (1989) siswa yang belajar dengan metode bilingual memiliki penguasaan konsep yang lebih baik dibandingkan dengan siswa yang belajar monolingual. Bertentangan dengan hal tersebut Gersten (1985) siswa yang belajar dengan metode monolingual lebih baik penguasaan konsepnya dibandingkan dengan sekolah bilingual.
B.     Rumusan Masalah
“Bagaimanakah penguasaan konsep siswa pada materi biologi berbahasa inggris kelas X yg berasal dari SMP RSBI/SBI dan reguler?”
Dari rumusan masalah, maka didapat sebuah pertanyaan penelitian:
1.      Bagaimana penguasaan konsep siswa kelas X yang berasal dari SMP RSBI/SBI?
2.      Bagaimana penguasaan konses siswa kelas X yang berasal dari SMP non RSBI/SBI?
3.      Bagaimana perbedaan penguasaan konsep siswa kelas X yang berasal dari SMP RSBI/SBI dan reguler?
4.      Bagaimana peranan skor TOEFL siswa terhadap penguasaan konsep siswa?
C.     Batasan Masalah
Agar permasalahan tidak terlalu meluas dalam pelaksanaannya, maka permasalahan dibatasi dalam hal ini berikut ini:
a.       Penguasaan konsep yang dimaksud , menekankan pada ranah kognitif, dengan menggunakan soal Pilihan ganda dan uraian singkat, mengarah pada soal paper 1 dan 3 International General Certificate of Secondary Education (IGCSE).
b.      Materi biologi yang dimaksud adalah konsep biologi meliputi,keanekaragaman, dan Ekosistem.
c.       Jumlah soal yang digunakan untuk soal PG adalah 30 dan uraian terbatas 5
D.    Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui profil pemahaman siswa pada materi soal berbahasa inggris dengan latar belakang siswa yang berasal dari SMP RSBI/SBI dengan reguler.
E.     Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat pada berbagai pihak, diantaranya :
a.       Bagi guru dapat digunakan ebagai bahan evaluasi dalam pembelajaran menggunakan bahasa Inggris
b.      Bagi siwa dapat digunakan untuk mengevaluasi cara mereka mengikuti proses belajar mengajar, berdasarkan hasil belajar mereka.
c.       Bagi peneliti lain dapat dijadikan masukan dan bahan pertimbangan untuk penelitian yang sejenis pada konsep biologi lainnya.


[1] Zainal arifin.pengembangan manajemen mutu kurikulum pendidikan islam.jogjakarta:diva press.2012. hal.77
[2] Zainal arifin.pengembangan manajemen mutu kurikulum pendidikan islam.jogjakarta:diva press.2012. hal.77
[3] Zainal arifin.pengembangan manajemen mutu kurikulum pendidikan islam.jogjakarta:diva press.2012. hal.78

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;