Sabtu, 06 Oktober 2012

motif sosial


A.    Definisi Motif dan Motif Sosial
Motif merupakan sebuh dorongan yang sudah terikat pada suatu tujuan tertentu. Misalnya, apabila seseorang merasa lapar, itu berarti dia membutuhkan atau menginginkan makanan. Jadi, dapat disimpulkan bahwa motif adalah sesuatu yang ada didalam diri individu yang menggerakkan atau membangkitkan sehingga individu itu berbuat sesuatu.
Motif sosial merupakan motif yang timbul untuk memenuhi kebutuhan individu dalam hubungannya dengan lingkungan sosial.
Motif Tindakan Kebutuhan yakni seseorang melakukan suatu tindakan karena ada yang menggerakkannya yaitu motif. sedangkan motif itu timbul karena ada sebuah kebutuhan. Contoh: kita membutuhkan makanan (kebutuhan), dari kebutuhan itu menimbulkan sebuah motif yaitu rasa lapar. Karena kita merasakan lapar kita mencari makan (perilaku) untuk bertahan hidup.
B.     Macam-macam motif
1.      Motif Biogenetis
Adalah motif yang berkembang dalam diri seseorang dan berasal dari organismenya sebagai makhluk biologis. Ciri motif biogenetis adalah:
a.       Motif-motif ini berasal dari kebutuhan-kebutuhan organisme seseorang demi kelanjutan kehidupannya secara biologis.
b.      Motif ini bercorak universal dan tidak terikat kepada lingkungan kebudayaan tempat manusia itu kebetulan berada dan berkembang.
c.       Motif ini berada dalam diri individu dan berkembang dengan sendirinya.
d.      Contoh dari motif ini adalah lapar, haus, kebutuhan akan kegiatan, istirahat, bernafas, seks, buang air dll.
2.      Motif Sosiogenetis
Adalah motif yang dipelajari seseorang dan berasal dari lingkungan kebudayaan tempat orang itu berada dan berkembang. Ciri motif ini adalah:
a.       Motif ini tidak berkembang dengan sendirinya, tetapi berdasarkan interaksi sosial dengan orang-orang atau hasil kebudayaan orang.
b.      Bentuk dari motif ini banyak dan berbeda-beda tergantung dengan perbedaan yang terdapat di antara bermacam-macam corak kebudayaan di dunia.
c.       Contoh dari motif ini adalah keinginan untuk mendengarkan musik daerah, musik melayu, keinginan membaca sejarah Indonesia, dll. ada juga contoh dari motif ini yang berhubungan dengan motif biogenetic yang dihubungankan dengan corak kebudayaannya, contohnya “lapar”, keinginan seseorang untuk makan pecel lele, ketoprak, dll.
3.      Motif Teogenetis
Adalah motif yang berhubungan dengan makhluk manusia sebagai makhluk yang berketuhanan. Adapun cirri dari motif ini adalah:
a.       Motif ini berasal dari interaksi manusia dengan Tuhan seperti yang nyata dalam ibadahnya dan dalam kehidupan sehari-hari dimana ia berusaha merealisasikan norma-norma agama yang dianutnya.
b.      Dalam hal ini manusia memerlukan interaksi dengan Tuhan agar dapat menyadari akan tugasnya sebagai makhluk yang berkeTuhanan
c.       Contoh dari motif ini adalah keinginan untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa, keinginan untuk merealisasikan norma-norma agama menurut kitap suci.
C.    Beberapa cara memotivasi orang lain
1.      Memotivasi dengan kekerasan
Suatu ketika seseorang pemimpin akan melakukan cara ini agar anak buahnya melakukan apa yang harus dilakukan. Di dalam angkatan bersenjata seorang pemimpin akan mengancam para serdadu dengan sutu hukuman, jika mereka tidak atau kurang disiplin. Contoh lainnya, seorang pelatih sepak bola mengancam akan menskors anggotanya bila tidak disiplin dalam latihan-latihan untuk meningkatkan prestasinya.
Cara memotivasi seperti ini biasanya menimbulkan perasaan tidak senang bagi subjek yang terkena. didalam masyarakat yang demokratis cara semacam ini kurang begitu tepat, sebab orang akan memiliki sifat ketergantungan yang besar, dan kurang mampu menumbuhkan kesadaran.
2.      Memotivasi dengan bujukan
Cara yang kedua ini berupa memberikan bujukan atau memberikan suatu hadiah, bila orang lain itu mengerjakan sesuatu. Bujukan atau hadiah itu dapat berupa:

a.       Untuk buruh atau pekerja akan diberi tambahan upah.
b.      Untuk pelajar akan memperoleh nilai baik. cara ini mungkin akan berhasil, tetapi seperti dengan cara pertama, hal ini akan menimbulkan ketergantungan.
Cara ini merupakan cara terbaik untuk memotivasi orang lain. Dalam hal ini mereka berbuat sesuatu dengan suatu rasa percaya diri sendiri bahwa apa yang dilakukan adalah untuk mencapai tujuan tertentu, ada keinginan dari dalam. Seorang pelajar bukan karena bujukan guru, tetapi murid belajar karena memang ingin memperoleh prestasi yang lebih baik.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;