Senin, 12 November 2012

’’PENGEMBANGAN PERSONEL SEKOLAH MENUJU MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL DI MTs NEGERI JABUNG TALUN BLITAR”



   ’’PENGEMBANGAN PERSONEL SEKOLAH MENUJU MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL DI MTs NEGERI JABUNG TALUN BLITAR”.


A.          Latar Belakang
Dalam pembukaan UUD 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan negara Republik Indonesia adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Oleh karena itu setiap warga negara Indonesia tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya.[1]
Berbicara masalah pendidikan tentu tidak akan lepas dari proses belajar, karena belajar merupakan proses pengembangan potensi manusia dan merupakan unsur yang sangat fundamental dalam setiap penyelenggaraan jenis dan jenjang pendidkan. Ini mengandung pengertian bahwa berasil atau gagalnya pencapaian tujuan   pendidkan itu sangat bergantung pada proses belajar yang di alami  siswa, baik ketika ia berada di sekolah maupun di lingkungan rumah atau keluarganya sendiri. Jadi belajar merupakan kunci yang paling vital dalam setiap usaa pendidikan.
Pengembangan personel adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral pegawai sesuai dengan kebutuhan pekerjaan/jabatan melalui pendidikan.[2]Pendidikan meningkatkan keahlian teoritis, dan keterampilan teknis pelaksanaan pekerjaan personel.
Kualitas personel  ini menyangkut  dua aspek, yakni aspek fisik (kualitas fisik), dan aspek non fisik (kualitas non fisik) yang menyangkut kemampuan bekerja, berfikir, dan keterampilan-keterampilan lain.[3] Oleh sebab itu, upaya meningkatkan kualitas personel  ini juga dapat diarahkan kepada kedua aspek tersebut. Untuk meningkatkan kualitas fisik dapat diupayakan melalui program-program kesehatan dan gizi. Sedangkan untuk meningkatkan kualitas non-fisik tersebut maka upaya program pengembangan adalah yang paling diperlukan.
Dapat disimpulkan bahwa pengembangan personel secara mikro adalah suatu proses perencanaan pendidikan pelatihan dan pengelolaan tenaga personel untuk mencapai suatu hasil yang optimal.[4] Hal ini berarti bahwa proses pengembangan personel itu terdiri dari perencanaan (planning) pendidikan dan pelatihan, dan pengelolaan.
Selanjutnya Sekolah Standar Nasional (SSN) merupakan sekolah yang telah memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) sesuai dengan PP RI NO.19 Tahun 2005 yang berarti memenuhi tuntutan SPM sehingga diharapkan mampu memberikan layanan pendidikan yang standar dan menghasilkan lulusan dengan kompenetensi sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan.
Untuk mewujudkan sebuah Madrasah Tsanawiyah Negeri berstandar Nasional maka harus memenuhi persyaratan BSN (Badan Standard Nasional) yang antara lain meliputi standar isi, standar proses, standar penilaian, standar kelulusan, standar pembiayaan, standar pengelolaan, dan standar sumber daya manusia (SDM).
MTS Negeri Jabung yang beralamat di Jl.Tumpang raya Talun Blitar merupakan lembaga yang sedang meningkatkan kualitas pedidikan menuju standard nasional. Madrasah ini telah banyak meraih prestasi dari berbagai macam lomba, baik di tingkat kecamatan, kabupaten, dan  tingkat provinsi. Akan tetapi MTs Negeri Jabung belum memanfaatkan secara baik dukungan dari masyarakat untuk menggalang dukungan yang lebih nyata, khususnya dalam hal pengadaan dana, Belum banyak memiliki jaringan dengan lembaga-lembaga di sekitar madrasah yang sebetulnya memiliki perhatian yang besar terhadap pengembangan pendidikan. Untuk itu,seharusnya kepala sekolah labih peka dengan apa yang sedang di alami sekolaannya dan dapat menggunakan kesempatan tersebut dalam rangka untuk memajukan sekola tersebut.
Berdasarkan latar  di atas belakang penulis tertarik untuk mengetahui bagaimana upaya pengembangan personel untuk meningkatkan mutu pendidikan di suatu lembaga pendidikan/sekolah khususnya di MTs Negeri Jabung Blitar yang dijadikan penulis sebagai objek penelitian. Maka dalam penulisan makalah ini penulis memberi judul “PENGEMBANGAN PERSONEL SEKOLAH MENUJU MADRASAH BERSTANDAR NASIONAL DI MTs NEGERI JABUG TALUN”.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis merumuskan masalah yakni “Bagaimana langkah yang dilakukan untuk pengembangan personel sekolah menuju madrasah berstandar nasional di MTs Negeri jabung?”
C.    Ruang Lingkup
Dalam pembahsan ini ,penulis memberikan batasan pada  pada pengembangan personel di MTsN Jabung. Adapun ruang lingkup ini ,agar penelitian ini lebih terarah  dalam pembahasannya  serta tidak menyimpang dari rencana yang telah di tentukan.
Di samping itu ada pertimbangan khusus yaitu  mengingat waktu , tenaga dan kemampuan penulis yang terbatas . untuk itu penulis membatasi ruang lingkup penelitian yang di sesuaikan dengan tujuan sebagai penyajian  analisa data dapat di tulisdengan cepat.
Dalam ruang lingkup ini penulis membatasi objek penelitiannya berkisar pada :
1.   Pelaksanaan Pengembangan persenel sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di MTs Negeri Jabung belum maksimal
2.   Kurang matangnya perencanaan dan langkah yang tepat dijalankan sekolah dalam pengembangan personel sekolah MTs Negeri Jabung
3.   Sedikitnya kegiatan yang dilakukan sekolah untuk mengembangkan kemampuan dan potensi yg dimiliki oleh personel sekolah di MTs Negeri Jabung
4.   Usia dan fisik personel sekolah yang sudah lanjut sedikit menghambat program pengembangan personel sekolah sehingga tidak dapat menyerap materi pengembangan dengan cepat.

D.    Signifikasi Penelitian
Dengan adanya penelitian ini peneliti berharap dapat meningkatkan dan menambah pengetahuan tentang pengembangan personel sekolah.
Secara umum penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi dunia pendidikan secara luas, khususnya yang berhubungan dengan topik terkait, yaitu pengembangan personel sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju madrasah berstandard nasional, yang diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Selain itu penelitian ini juga bertujuan untuk :           
1.      Untuk mengetahui dan memahami bagaimana perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pengembangan personel sekolah menuju madrasah berstandar nasional.
2.      Untuk mengetahui dan memahami upaya-upaya apa saja yang telah dilakukan sekolah dalam mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh guru dan staf di MTs Negeri Jabung

E.     Keabsahan Data
Keabsahan data dalam penelitian ini di tentukan dengan menggunakan kriteria kreadibilitas data (derajat kepercayaan). Kredibilitas data dimaksudkan untuk membutuhkan bahwa apa yang berasil di kumpulkan sesuai kenyataan di lapangan. Untuk memenui keabsahan data atau kreadibilitas data mengenai Pengembangan personal sekola menuju madrash berstandar nasional di MTsN Jabung Talun Blitar,pemakala menggunakan beberapa teknik sebagai berikut:[5]
1.      Teknik perpanjangan keikutsertaan,ialah untuk memungkinkan peneliti terbuka teradap pengaru ganda,yaitu faktor-faktor konstektual dan pengaruh bersama pada peneliti dan subjek yang akhirnya mempengarui fenomena yang diteliti.
2.      Ketekunan pengamatan, dengan maksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan atau isu-isu yang sedang di cari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut  secara rinci.
3.      Triagulasi, adla teknik pemekrisaan data yang memanfaatkan  sesuatu yang lain di luar data untuk keperluan pengecekan data atau sebagai pembanding teradap data tersebut. Triagulasi di bedakan dalam empat teknik pemeriksaan yaitu dengan mamanfaatkan sumber, metode, penyidik, dan teori.
4.      Pengecekan atau diskusi sejawat, dilakukan dengan cara mengekspos asil sementara atau asil akhir yang diperole dalam bentuk diskusi analitik dengan teman-teman sejawat.
Demikian halnya dalam penelitian ini secara tidak langsung peneliti  tela menggunakan beberapa kriteria keabsahan data dengan menggunakan teknik pemekrisaan sebagaimana yang telah tersebut di atas, untuk membuktikan kepastian data yang telah di perolehnya. Yaitu dengan membandingkan perolean data pada teknik yang berbeda dalam fenomena yang sama dan dengan membandingkan perolean data dari teknik pengumpulan data yang sama dengan sumber yang berbeda.

F.     Teknik Pengumpulan Data
Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat, peneliti menggunakan teknik sebagai berikut:
a.        Angket
Angket digunakan untuk memperoleh data tentang pengembangan personel sekolah dalam meningkatkan pendidikan menuju madrasah berstandard nasional. Angket disebarkan kepada guru dan staf administrasi, angket yang disebarkan berbentuk pertanyaan dimana responden hanya memilih jawaban yang paling tepat pada 4 alternatif jawaban yang telah disediakan.
b.      Wawancara
Wawancara yaitu proses tanya jawab dalam penelitian yang dilakukan secara lisan antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan informasi-informasi atau keterangan-keterangan yang di butukan ole peneliti. Wawancara digunakan untuk memperoleh data atau informasi tentang pengembangan personel sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju madrasah berstandard nasional di MTS Negri Jabung
Teknik ini dilakukan untuk menjelaskan program pengembangan personel sekolah di MTs Negeri jabung secara terperinci dengan narasumber/ informan: Kepala sekolah, kepala bagian humas, koordinator TU, dan beberapa guru. Adapun hal-hal yang akan dibahas dalam wawancara ini mengenai:
a)      Jenis-jenis pengembangan personel
b)      Tahapan-tahapan yang dilakukan oleh MTs Negeri Pamulang dalam pengembangan personel sekolah, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi
c)      Metode-metode pengembangan personel sekolah
d)     Manfaat pengembangan personel
e)      Kriteria madrasah berstandar nasional

c.       Observasi
Observasi adalah pengamatan dan pencatatan yang sistematis teradap gejala-gejala yang tela diteliti.kegiatan observasi meliputi pengamatan, pencatatan secara sistematis teradap kejadian-kejadian yang di lihat danhal-hal lain yang diperlukan dalam mendukung penelitian yang sedang dilakukannya[6].
             Observasi dilakukan oleh peneliti semata-mata untuk mengamati proses pelaksanaan pengembangan personel sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan menuju madrasah berstandar nasional di MTS Negeri Jabung.
d.      Dokumentasi
Dokumentasi dilakukan untuk mengumpulkan data yang bersumber dari arsip dan dokumen, baik yang berada di tempat penelitian maupun yang berada di luar tenpat penelitian, yang ada ubungannya dengan penelitian tersebut.[7] Dokumentasi digunakan untuk mendapatkan data yang berkaiatan dengan pelaksanaan pengembangan personel sekolah baik berupa sejarah berdirinya MTS Negri Jabung, data-data guru dan karyawan, data tentang kegiatan penerimaan guru dan karyawan, dan lain sebagainya agar penulis mendapatkan informasi secara mendala
G.     Analisa Data
Setelah data yang diperlukan terkumpul langkah selanjutnya adalah menganalisa data. Menganalisa data merupakan suatu cara yang digunakan untuk menguraikan data yang diperoleh agar dapat dipahami, bukan hanya untuk orang yang meneliti tetapi juga oleh orang lain yang mengetahui hasil penelitian.
Teknik analiais data yang dugunakan  dalam penelitian ini adalah teknik deskriptif yaitu penelitian yang di lakukan dengan menggambarkan data yang di peroleh dengan kata-kata atau kalimat yang di pisahkan untuk katagori dan untuk mendapatkan kesimpulan.[8] Untuk mendapatkan data yang sistematis dan faktual, peneliti menggunakan tiga cara , sebagaimana yang di kemukakan oleh Matthew B. Milles yaitu :
1.      Reduksi data,yaitu proses pemilihan dan pemusatan peratian penelitian melalui seleksi yang ketat terhadap fokus yang dikaji.
2.      Paparan atau sajian data,yaitu proses penyusunan informasi yang bermacam-macam ke dalam bentuk yang sistematis,sehingga menjadi lebih sederhana dan selektif serta dapat di pahami maknanya. Penyajian makna di maksudkan untuk menentukan pola-pola yang bermakna serta memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan.
3.      Penarikan kesimpulan, yaitu merupakan langka terakhir yang di lakukan peneliti dalam menganalisa data secara  terus meneruus, baik paada saat  pengumpulan data atau setelah pengumpulan data. Pada mulanya kesimpulan dapat di buat longgar dan di buka, kemudian meningkat menjadi lebih rinci dan mengakar pada pokok temuan.[9] Penarikan data dengan induktif ini digunakan karena proses induktif lebih dapat menemukan pernyataa-pernyataan ganda sebagaimana yang terdapat dalam data. Analisis induktif juga lebih dapat membuat hubungan peneliti-informan menjadi eksplisit dan dapat dikenal.[10]




                                            DAFTAR PUSTAKA


Malayu Hasibuan, Manjemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001)

Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998).

Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber.

 Moleong Lexy J,Metodologi penelitian kualitatif, Bandung: remaja Rosdakarya,2001

Iskandar,metodologi penelitian kualitatif,


Suharsini Arikunto, prosedur penelitian: suatu pendekatan praktis,(Jakarta PT. Bima Karya,2002)


Matthew B. Milles dan A. Michael huberma,analisis data kualitatif (Jakarta; UI press,1992)






[1] http://organisasi.org/undang_undang_dasar_1945_pembukaan_batang_tubuh_dan_aturan
[2] Malayu Hasibuan, Manjemen Sumber Daya Manusia, (Jakarta: Bumi Aksara, 2001), cet.13, .h.69
[3] Soekidjo Notoatmodjo, Pengembangan Sumber Daya Manusia, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1998).2
[4] ibid.3
[5] Moleong,Metodologi penelitian kualitatif,177
[6] Iskandar,metodologi penelitian kualitatif,121
[7] Ibid,134
[8] Suharsini Arikunto, prosedur penelitian: suatu pendekatan praktis,(Jakarta PT. Bima Karya,2002).30
[9] Matthew B. Milles dan A. Michael huberma,analisis data kualitatif (Jakarta; UI press,1992).16-18
[10] Moelong, metodologi penelitian Kualitatif,5

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;