Kamis, 19 April 2012

filsafat pendidikan


Pengertian Filsafat Pendidikan

DR.H.Syarifuddin Ondeng, M.Ag
a)    Pengertian Filsafat
Secara harfiyah filsafat berasal dari bahasa yunani yang tercakup dalam konsonan kata yaitu “philo yang berarti cinta” dan “sophos yang berarti ilmu atau hikmah”. Jadi filafat berarti “cinta kepada ilmu”. Secara historis filsafat adalah induk dari segala ilmu pengetahuan yang berkembang sejak zaman yunani kuno sampai zaman modern sekarang ini.
b)    Pengertian Pendidikan
Menurut salah seorang filosof John Dewey bahwa pnedidikan bisa diartikan suatu proses pembentukan kemampuan dasar yang fundamental, baik menyangkut daya fikir (inteletual) maupun daya perasaan (emosional), menuju kearah tabiat manusia dan manusia biasa.
c)    Hubungan Antara Pendidikan Dan Filsafat
Nah dari pengertian filsafat dan pendidikan kita dapat memahami bahwa sebenarnya kedua kalimat tersebut memiliki kaitan yang sangat erat, sebagaimana yang dikatakan oleh john dewey bahwa ada hubungan yang erat antara filsafat dengan pendidikan oleh karena itu tugas filsafat dan pendidikan adalah seiring yaitu sama-sama memajukan kehidupan manusia.
Dengan demikian jelaslah bahwa filsafat pendidikan itu adalah filsafat yang memikirkan tentang masalah kependidikan, oleh karena adanya kaitan dengan pendidikan, maka filsafat diartikan sebagai teori pendidikan dalam segala tingkat.


Ruang Lingkup Filsafat Pendidikan

Oleh : DR.H.Syarifuddin Ondeng, M.Ag
Pola dan system berfikir filosofis demikian dilaksakan dalam ruang lingkup yang menyangkut bidang-bidang segai beikut:
1)    Cosmologi yaitu suatu pemikiran dalam permasalhan yang berhubungan dengan alam semesta, ruang dan waktu, kenyataan hidup manusia sebagai ciptaan tuhan, serta proses kedaian dan perkembangan hidup manusia di alam nyata dan sebagainya
2)    Ontology yaitu suatu pemikiran tentang asal-usul kejadian alam semesta, dari mana dan kearah mana proses kejadiannya. Pemikiran ontologism akhirnya akan menentukan suatu kekuatan yang menciptakan alam semesta ini, apakan penciptaan itu satu zat (Monisme) ataukah dua zat (Dualisme) atau banyak zat (Pluralisme)
3)    Philosophy yaitu pemikiran filosofis tentang jiwa dan bagaimana hubungannya dengan jasmani serta bagaimana tentang kebebasan berkehendak dan manusia (free will), dan sebagainya.
4)    Epistomologi yaitu pemikiran tentang apa dan bagaimana sumber pengetahuan manusia di peroleh, apakah dari akal pikiran (aliran rationalism) atau dari pengalaman panca indera (aliran empirisme) atau dari ide-ide ( aliran idealisme) atau dari tuhan (aliran theologisme)
5)    Axiology yaitu suatu pemikiran tentang masalah nilai-nilai termasuk nilai-nilai tinggi dari tuhan. Misalnya nilai moral, nilai agama, nilai keindahan (aestetika), axiology ini mengandung pengertian lebih luas dari pada ethika atau highervalues of life (nilai-nilai kehidupan yang bertaraf lebih tinggi).
http://www.dzulilmi.co.cc/hubungan-antara-filsafat-manusia-dan-pendidikan/

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;