Minggu, 24 Juni 2012

media dan teknologi pembelajaran


Nama    : Teguh Winarno
NIM      : 9321 009 10
Kelas     : A
MEDIA DAN TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
1.      Heinich dan kawan-kawannya mengajukan modal perencanaan penggunaan media yang efektif yang dikenal dengan istilah ASSURE. Model ini kurang lebih menyarankan enam kegiatan utama dalam perencanaan pengajaran sebagai berikut:
a.       Menganalisis karateristik umum kelompok sasaran meliputi usia, jenis kelamin, latar belakang budaya, sosial ekonomi, pekerjan, dan tingkat pendidikan.
b.      Menyatakan atau merumuskan tujuan pengajaran. Diharapkan siswa memiliki dan menguasai setelah adanya proses pembelajaran.
c.       Setelah mendapatkanmedia yang tepat dalam pembelajaran sebaiknya digunakan agar menjadikan tercapainya tujuan, hemat biaya, waktu, dan tenaga.
d.      Setelah memilih materi dan media yang tepat, diperlukan persiapan bagaimana dan berapa banyak waktu yang diperlukan untuk menggunakannya. Hal ini dilakukan agar kita memiliki prediksi dalam penyampaian.
e.       Meminta tanggapan dari siswa. Respon siswa dapat berupa mengulangi fakta-fakta, mengemukakan ikhtisar atau rangkuman informasi/ pelajaran, atau menganalisis alternatif pemecahan masalah. Dengan demikian siswa dapat memberikan partisipasi yang lebih.
f.       Mengevaluasi proses belajar. Tujuan dari evaluasi adalah untuk mengetahui tingkat pencapaian siswa mengenai tujuan pengajaran, keefektifan media, pendekatan dan guru itu sendiri. [1] Apabila dengan media dan metode guru tersebut siswa sudah dapat memahami materi maka dianggap telah berhasil.
2.      Karena didalam diri seorang anak ada perbedaan satu dengan lainnya, maka dalam pemilihan dan penggunaan media dalam pembelajaran bermacam-macam pula. Hal ini disesuaikan dengan ; tujuan instuksional yang ingin dicapai, karakteristik siswa atau sasaran, jenis rancangan belajar yang diinginkan apakah bersifat audio saja, atau visual saja atau kedua-duanya, atau mungkin media yang bersifat diam atau bergerak, dan sebagainya, keadaan latar atau lingkungan, kondisi setempat, dan luasnya jangkauan yang ingin dilayani. Faktor-faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam aturan-aturan dan kriteria keputusan dalam memilih media.[2] Adapun dalam pemilihan media pembelajaran sebaiknya kita menggunakan media yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
a.       Mudah di akses.
b.      Hemat biaya.
c.       Kesesuaian dengan keadaan sekolah.
d.      Media yang digunakan dapat menimbulkan interaksi.
e.       Pertimbangan dari pihak lain yang mengijinkan, dan
f.       Baik dan menarik perhatian siswa.[3]
3.      Yang dinamakan desainer pembelajaran adalah orang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengkordinasi seluruh perencanaan pembelajaran.[4] Yang tergolong desainer pembelajaran yakni:
a.       Perancang pengajaran, yaitu orang yang bertanggung jawab dalam melaksanakan dan mengkoordinasikan tugas perencanaan, berkemampuan dalam semua segi proses perencanaan pengajaran.
b.      Pengajar, yaitu orang yang memanfaatkan hasil prencanaan dan juga ikut dalam perencanaan pengajaran.
c.       Ahli mata pelajaran, yaitu orang yang berkualifikasi dalam pemberian informasi tentang pengetahuan dan sumber yang berkaitan dengan semua aspek pokok bahasan yang dikembangkan dalam perencanaan pengajaran.
d.      Penilai, yaitu orang yang berkualifikasi untuk membantu mengembangkan instrument pengujian untuk uji-awal sejumlah ujian untuk praktek dan penilaia hasil belajar siswa dalam uji-akhir bertanggung jawab untuk mengumpulkan dan menafsirkan data selama ujicoba program, dan untuk menentukan keefektifan dan keefesienannya ketika dilaksanakan secara lengkap.[5]
Syarat-syarat yang harus dimiliki desainer pembelajaran yakni:
a.       Menguasai materi sesuai dengan bidangnya. Yakni seorang pendidik sebelum menyampaikan apa yang akan disampaikannya kepada para siswa hendaknya memahami terlebih dahulu agar dalam menerangkan nanti lancar dan tidak ada halangan apa-apa. Juga agar materi yang diberikan dapat runtut dan sesuai standart nasional.
b.      Menguasai tekhnik desain. Yakni seorang pendidik hendaknya mengetahui desain atau cara yang akan digunakan dalam penyampaian materi dan memilih metode dan media yang tepat dengan tujuan agar materi dapat diterima siswa dengan mudah.[6]
4.      Fungsi pengembangan pembelajaran merupakan satu diantara tiga sistem teknologi pembelajaran.
a.       Riset-Teori, yaitu cara untuk menghasilkan dan menguji pengetahuan yang berhubungan dengan fungsi, komponen system instruksional dan siswa. Hal ini disebut dengan sistematika yang akurat. Untuk memenuhi proses belajar yang aktif yaitu dengan adanya  pencarian informasi tentang materi, membaca buku, menganalisis, mengetes dengan memberi ujian tulis atau praktek, menganalisa atau mengevaluasi proses belajar mulai awal hingga akhir.
b.      Desain yaitu menerjemahkan pengetahuan teoritis  umum menjadi spesifik  untuk komponen system instruksional. Maksudnya yaitu untuk menerjemahkan suatu pengetahuan yang masih umum kedalam pengertian yang lebih kusus lagi untuk mempermudah daya tangkap materi yang akan di ajarkan dengan menggunakan media yang sudah digunakan dan tersusun  secara baik. Seperti  mendesain bahan terprogram, mengembangkan modul, mendesain system peralatan, serta menyusun bahan-bahan dengan urutan yang benar.
c.       Produksi yaitu menerjemahkan spesifik untuk komponen system intruksional kedalam hal-hal yang nyata yang spesifik. Maksudnya adalah suatu materi yang sudah dijelaskan secara khusus itu di berikan gambaran yang nyata dengan alat-alat  untuk memudahkan siswa memahami apa yang sedang dijelaskan oleh guru seperti menggunakan audio, menggunakan film, menggunakan LCD proyektor, membuat slide disertai dengan suara, dan lain-lain.
d.      Evaluasi-Seleksi yaitu menilai suatu pengetahuan dapat diterima atau tidaknya komponen system instruksional tersebut yang sudah nyata. Dibuat sesuai kriteria yang sudah ditentukan. Itu semua agar tidak menimbulkan kesalahan pada prespektif siswa terhadap gambaran nyata tentang materi tersebut.  Seperti membuat bahan tes prototype, mereview dan memilih bahan mengembangkan tekhnik dan model evaluasi dan juga menganalisis  kualitas berdasarkan standart yang telah berlaku.
e.       Logistic yaitu membuat tersedianya komponen system instruksional untuk fungsi-fungsi lainnya. Maksudnya semua materi yag sudah dipelajari disusun atau dirumuskan dalam bentuk pemikiran logika dengan memberikan contoh lain tentang yang berkaitan dengan materi yang diajarkan. Seperti halnya mencatat apapun yang telah diperbaiki, menyusun indeks-indeks  bahan-bahan, menyusun menyimpan mengklarifikasi menjadwal suatu kegiatan yang telah ditentukan.
f.       Pemanfaatan yaitu membawa siswa berhubungan dengan komponen system instruksinal. Maksudnya  seseorang melakukan suatu kegiatan yang membuat siswa bisa merasakan terhadap materi tersebut secara langsung dengan menugaskan, menyiapkan materi ,untuk menyiapkan, membantu dan memberikan tindak lanjut pada siswa dengan cara mengetes siswa seperti menganalisis cara belajar siswa, menyajikan informasi yang dapat dipelajari, mendorong atau memotivasi minat  bakat siswa, membandingkan kegiatan belajar dengan cara belajar.[7]
5.      Di dalam proses belajar mengajar, media sangat mempunyai peranan penting yang sangat membantu siwa dalam belajar. Media merupakan  salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Karena beraneka ragamnya media tersebut, maka masing-masing media mempunyai karakteristik yang berbeda-beda pula. Untuk itu perlu memilihnya dengan cermat dan tepat agar dapat digunakan secara tepat guna. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam memilih media antara lain:
a.       Media yang dipilih hendaknya selaras dan menunjang tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Masalah tujuan pembelajaran ini merupakan komponen utama yang harus diperhatikan dalam memilih media. Dalam penetapan media harus jelas dan operasional, spesifik, dan benar-benar tergambar dalam bentuk perilaku (behavior).
b.      Aspek materi menjadi pertimbangan yang dianggap penting dalam memilih media. Sesuai atau tidaknya materi dengan media yang digunakan akan berdampak pada hasil pembelajaran siswa.
c.       Kondisi audien (siswa) dari segi subjek belajar menjadi perhatian yang serius bagi guru dalam memilih media yang sesuai dengan kondisi anak. Faktor umur, intelegensi, latar belakang pendidikan, budaya, dan lingkungan anak menjadi titik perhatian dan pertimbangan dalam memilih media pengajaran.[8]
6.      Pemanjaan para pelajar dengan berbagai media yang ada sekarang ini pada umumnya sangat membantu para siswa dalam mencari tambahan materi ajar dan mempersiapkannya sebelum pembahasan di dalam kelas. Akan tetapi dengan adanya berbagai media kenyataan yang ada di lingkungan kita bukan hanya menimbulkan hal yang sitif saja, tetapi juga menimbulkan hal yang negatif pula. Seperti contoh didalam mengerjakan tugas siswa menganggap sepele terhadap pertanyaan yang diberikan. Dia beranggapan bahwa akan mudah mencari jawabannya di internet. Dengan demikian akan menjadikan siswa malas belajar[9].
Dalam suatu media pembelajaran yang dibutuhakan adalah bagimana siswadapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan guru.Jadi tugas guru adalah mencari media yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan dapat memengaruhi kualitas hasil belajar siswa. Dan untuk mendapatkan bahan-bahan ajar, seorang guru harus memperhatikan hal sebagai berikut:
a.       Guru perlu memiliki pemahaman media pengajaran antara jenis dan manfaat media pengajaran
b.      Guru terampil dalam membuat media pengajaran
c.       Pengetahuan dan ketrampilan dalam menilai keefisiensi penggunaan media dalam proses pengajaran.[10]
7.      Hakikat Pusat Sumber Belajar (PSB) adalah suatu sistem yang terdiri dari sekumpulan bahan yang dikumpulkan secara sengaja dan dibuat agar memungkinkan siswa belajar secara individual. Manfaat Pusat Sumber Belajar (PSB) antara lain:
a.       Memberi pengalaman langsung dan konkrit kepada peserta didik.
b.      Dapat menyajikan sesuatu yang tidak mungkin diadakan, dikunjungi, secara langsung dan kongkrit.
c.       Dapat menambah dan memperluas cakrawala sajian yang ada di dalam kelas.
d.      Dapat memberi informasi yang akurat dan terbaru.
e.       Dapat membantu memecahkan masalah pendidikan, baik dalam bentuk makro ataupun mikro.
f.       Dapat memberi motivasi yang positif.
g.      Dapat merangsang untuk berpikir, bersikap, dan berkembang lebih lanjut.[11]
Cara mengelola Pusat Sumber Belajar (PSB) agar tetap efektif untuk kegiatan belajar dan pembelajaran adalah:
a.       Merawat buku-buku yang ada.
b.      Menambah materi yang dibutuhkan dalam proses belajar mengajar.
c.       Menggunakan literatur yang ada agar lebih memberikan manfaat kepada orang lain.


[1] Azhar arsyad, asfah rahman. Media Pembelajaran .( Jakarta:Raja Grafindo Persada.2003) hal 65.
[2] Asnawir, Basyirudin Umar, Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pres, 2002), hal 126.
[3] Fatimatuzzahro Fadhil. http//:prosedur-pemilihan-media-pembelajaran.html. diakses 12 juni 2012
[4] Santi M, Anggiearanidipta S, Dewi Salma, Buku kerja  Prinsip Disain Pembelajaran (Jakarta: Prenada Media Group, 2008), hal 16.
[5] Martinis Yamin. Desain Pembelajaran Berbasis Tingkat Satuan Pendidikan. (Ciputat: Gaung persaada press.Jakarta.2007)hal 14
[6] Muhammad Yasin. Materi Media Dan Tekhnologi Pembelajaran. STAIN Kediri 2012
[7] Drs. Mudhofir, M.Sc, prinsip-prinsip pengelolaan pusat sumber belajar (bandung: PT Remaja rosdakarya, 1992) hal 3.
[8] Asnawir, Basyirudin Umar, Media Pembelajaran (Jakarta: Ciputat Pres, 2002), hal 15.
[9] Alim sumarno. Tekhnik-Tekhnik Pembelajaran. Html.com diakses 12 juni 2012
[10] Ibid, hal 4-5
[11] Fatah Syukur NC.Teknologi Pendidikan. (Semarang:Rasail Perum Mijen.2005).hal101

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;