Minggu, 01 Juli 2012

spanyol menjadi juara euro 2012

Spanyol membuktikan diri sebagai tim terbaik di Piala Eropa 2012 setelah di babak final menggilas Italia 4-0.

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Olimpiade, Kiev, hari Minggu malam (1/7) atau Senin dini hari WIB, Spanyol tampil dengan ciri khas mereka selama ini, umpan-umpan pendek yang supercepat dan superakurat.

Italia, yang di luar dugaan menyingkirkan Jerman 2-1 di semifinal, tampak kelelahan dan tak bisa berbuat banyak menghadapi gelombang serangan Spanyol.

Empat gol Spanyol dicetak oleh David Silva (14), Jordi Alba (41), Fernando Torres (84), dan Juan Mata (88). Keempat gol Tim Matador tercipta dari hasil kerja sama yang rapi.

Silva menggoyang gawang Italia dengan sundulan kepala dengan memanfaatkan umpan silang Cesc Fabregas. Gol Alba tidak kalah indah. Xavi mengirim umpan matang dan Alba berlari cepat mengecoh kiper Italia.

Xavi lagi-lagi berkontribusi kali ini dengan memberi bola ke Torres yang berbuah menjadi gol. Gol terakhir Spanyol dicetak Mata, memanfaatkan umpan Torres, rekan satu timnya di Chelsea.

Bagi Spanyol ini adalah gelar juara ketiga di turnamen besar setelah sebelumnya menjuarai Piala Eropa 2008 dan Piala Dunia 2010.

Spanyol juga menorehkan rekor baru sebagai tim pertama yang menang 4-0 di babak final Piala Dunia atau Piala Eropa.


Pirlo berhasil dimatikan

Torres Torres dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak di Piala Eropa 2012.

Rekor ini menjadi semakin manis setelah Torres kali ini dinobatkan sebagai pencetak gol terbanyak dan mendapatkan Sepatu Emas.

Kemenangan besar Spanyol ini bukan berarti Italia tampil buruk. Ini lebih disebabkan oleh permainan cemerlang para pemain Spanyol. Kecepatan dan akurasi bola-bola Spanyol luar biasa.

Di sisi lain, arsitek tim Italia, Andrea Pirlo, bisa dimatikan oleh Spanyol. Setiap kali Pirlo mendapatkan bola, hampir selalu ada dua atau tiga pemain Spanyol yang menghadangnya.

Akibatnya, pasok bola Italia dari tengah praktis menjadi minim.

Selain itu Italia juga terlihat letih. Para pemain terlambat beberapa detik dalam mengejar bola dan situasi ini jelas menguntungkan Spanyol.

Keberuntungan bagi Spanyol makin habis ketika pada menit ke-61, Thiago Motta, pemain cadangan ketiga yang dimasukkan pelatih Cesare Prandelli cedera.

Karena Motta tak bisa bermain lagi dan jatah tiga pemain cadangan sudah dipakai, maka Italia terpaksa bermain dengan sepuluh pemain di setengah jam terakhir.

Dengan 11 pemain saja sulit membendung Spanyol, apalagi dengan sepuluh pemain. Dua gol Spanyol di babak kedua makin mengukuhkan dominasi Iker Casillas dan kawan-kawan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Pages

 
;